
Semula penginnya beli type Belt CP, 6 channel. Semakin banyak channelnya, semakin banyak kontrolnya, dan semakin sulit menerbangkannya. Tapi ternyata si Belt CP ini dijual belum satu paket dengan radio transmitter-nya. Padahal, transmitternya sendiri lumayan mahal, setidaknya untuk seorang pemula. Setelah nyampe di showroom, eh ternyata ada paket baru si Honey Bee ini, 6 channel pula, harganya lebih murah, dan sekaligus sepaket sama radio transmitternya lagi.
Waktu ke showroom itu, di Jl. Baratajaya XIX 57A Surabaya, di sana sudah ada beberapa orang bapak-bapak dan anak-anak muda para penghobi aeromodelling heli. Ada yang sedang beli, dan ada pula yang sekedar lihat-lihat. Baru tahu, ternyata pecinta RC heli ini bukan anak-anak. Ini juga terbukti dari tulisan yang ada di kemasan dus heli :
Warning : RC models, including ESKY helicopter are not toys. RC model utilize various high-tech products and technologies to provide superior performance. The rotating blades on the model spin at high speed can cause potential risk or injury if used improperly. It's not suitable for the player under 14 years. dst ...
Begitulah, akhirnya niat untuk meng-upgrade handphone SE K510i ke PDA pun jadi batal, gara-gara heli. Yah, namanya juga panggilan jiwa. Semoga aja latihan terbang pertama ini tidak banyak crash-nya, sehingga tidak menimbulkan penyesalan atas tidak ter-upgrade-nya HP. Biasanya pemula akan mengalami banyak kecelakaan terbang, apalagi pertama kali nyoba langsung 6 channel.
O ya, Honey Bee King II-ku ini kuberi nama Helianto Raharjo. Seperti halnya mobilku si putih yang kuberi nama 'Sugeng Waluyo', nama heli ini mengandung makna keselamatan. Heli = helikopter, anto = kuat (yang ini ngarang), Raharjo = Selamat. Konon, kata Slamet = Sugeng = Raharjo = Widodo = Basuki = Astuti = Bagyo = Waluyo = Rahayu.
Situs toko RC Heli di Surabaya : surabayahobby.com
Read More......